Komunikasi Yang Memotivasi : Menginterpretasi Potensi

Standard

Benarkah kita sudah melakukan semuanya?
Betulkah kita sudah mencurahkan yang terbaik?
Apakah sudah kita memberikan upaya maksimal?
Atau jangan-jangan masih belum menggunakan semua tenaga dan upaya?
Itulah potensi. Saya jadi ingat salah satu film yang teramat sering cuplikannya ditayangkan dan dijadikan inspirasi dalam sesi-sesi motivasi, sebuah film berjudul “Facing The Giant”, dimana dalam salah satu scene, sang tokoh bernama Brock diberi tantangan oleh sang pelatih melakukan latihan fisik bernama “The Death Crawl” dengan tambahan menggendong temannya dan mata tertutup scarf. Hasilnya di luar dugaan, Brock yang memperkirakan dirinya hanya mampu melakukan “The Death Crawl” sejauh 50yard, dengan support dari Sang Pelatih, mampu melakukan tantangan hingga ujung lapangan, luar biasa!

Saya ingat-ingat, mungkin kita juga sering dalam situasi yang sama, perlu upaya ekstra, perlu tenaga tak terkira, aslinya masih punya banyak tenaga, tapi terpendam, tidak kita sadari, sehingga tidak kita gunakan. Inilah frasa kunci dari potensi, sesuatu yang sudah ada dalam diri kita, namun tidak kita sadari, terpendam, ada di dalam, kita tidak pernah tahu, karena tidak pernah melakukan proses yang sungguh-sungguh untuk mengetahuinya. Kita boleh saja hidup belasan bahkan puluhan tahun bersama fisik dan pikiran kita, namun apakah kita sudah benar-benar mengenalnya, atau akrab dengannya? Belum tentu! Ini yang menjadi ‘blocking-factor’ yang menyembunyikan hal-hal istimewa dan luar biasa dari diri kita.

Ketika kita tidak menyadari potensi yang ada dalam diri kita, potensi tetap menjadi potensi karena kita juga pastinya tidak gunakan. Ini satu rangkaian, tidak menyadari, maka tidak menggunakan. Lebih kompleks jika ‘blocking-factor’nya tebal, merasa kita tidak memiliki potensi itu, sehingga kita mudah mengambil konklusi untuk : tidak bisa, dan tantangan yang menghadang ini sudah di luar kemampuan kita. Dalam konsep pilihan fight or flight, kita jadi cenderung terlalu hati-hati, bermain aman, dan tidak mau fight, sedikit-sedikit memilih flight alias minggat, mengucap sayonara pada medan laga.

Musuh terbesar potensi dalam diri adalah zona nyaman, ketika kita hanya berkutat dan bergelut dengan hal-hal yang sudah kita kenali, dan kita yakin cara penanganannya, kita menjadi manja pada diri kita, malas memberikan tantangan-tantangan untuk sesuatu yang berbeda dan berkembang. Dampaknya, semakin terkuburlah potensi kita, mati sebagai potensi belaka, tanpa pernah terwujud dalam sebuah realita efek ‘aha’, ternyata saya bisa! Ternyata berhasil, ternyata mampu saya lakukan! Efek aha yang sejenis seperti saat Brock terengah-engah di ujung lapangan usai menuntaskan tantangan “The Death Crawl”, lelah namun lega, terengah namun gagah.

Saatnya menantang diri kita, melakukan hal-hal yang menggelitik adrenalin dalam diri kita, yang membuat diri kita berdiskusi secara internal dengan memunculkan pertanyaan : ‘bisa nggak ya, bagaimana caranya?”, biarkan sel otak bekerja menjalankan fungsinya, beri kesempatan otot menegang membuktikan kekuatannya, dan berilah ruang dan waktu pada potensi-potensi terbesar dalam diri anda muncul, untuk sekaligus dalam satu waktu mengagetkan, membuktikan, dan meningkatkan diri anda menjadi pribadi dengan kualitas yang lebih baik. Bencana terbesar bagi seseorang bukanlah ketika membutuhkan sesuatu namun tidak mendapatkannya. Bencana terbesar justru terjadi ketika seseorang tidak mampu memanfaatkan dan mendayagunakan apa yang sudah ada dalam dirinya.

“You are more than you think, if you do more than what you’ve done!”

Faizal SurpluS MBA
Motivator
Tinggal di Kota Malang
@FaizalSurpluS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s