Komunikasi Yang Memotivasi : Ketenangan Sang Pemenang

Standard

Ada sebuah fakta menarik, bahwa ternyata orang yang sedang berada dalam kondisi tegang, tingkat intelektualitasnya berada pada titik yang paling rendah. Ini berlaku tanpa pengecualian, mau sepandai apapun kita, ketika berada dalam kondisi tegang, maka seketika itu kita menjadi ‘bodoh’. Varian dari tegang ini sendiri bermacam-macam, mulai dari marah, hingga kondisi panik. Coba kita ingat-ingat, ketika kita tegang, marah, atau panik, lalu kita mengambil sebuah keputusan dan tindakan, akibatnya : fatal, dan kemudian kita baru menyadari betapa gegabahnya kita. Coba kalau kita lebih tenang dan kalem, woles kalau meminjam istilah gaul saat ini, pasti kondisinya berbeda dan keputusan maupun tindakan yang kita ambil lebih baik.

Ketika kita tegang, maka tidak mudah untuk berpikir jernih, kalau dianalogikan sebuah porsi, antara pikiran dan perasaan, posisinya tidak seimbang, porsi perasaan lebih besar sehingga dampaknya lebih kuat. Maka kita bisa mengingat-ingat pengalaman kita, saat tegang, mengambil keputusan dan tindakan, lalu salah, saat kita masih panik dan mengambil tindakan selanjutnya, dijamin akan semakin salah dan semakin memperburuk situasinya. Artinya, saat kita tegang dan panik, jangan berharap muncul solusi, namun yanga ada justru memunculkan masalah-masalah baru.

Tenang, mudah diucapkan namun menantang untuk dilaksanakan, seperti cuplikan lirik lagu dari penyanyi Jason Mraz berjudul “Try” :

“Baby breath, before you react”

Ini sederhana, bernafas, ambil jeda, tenangkan diri, dan pahami esensi dari situasi yang dihadapi. Banyak dari kita yang menjadi tidak tenang dalam bertindak, karena memprotes yang terjadi, berharap semuanya tidak terjadi, memprotes penyebab-penyebab di luar kita untuk dijadikan kambing hitam, padahal semuanya sudah terlanjur dan terjadi persis seperti kondisi saat ini.

Saya punya tips sederhana agar kita tenang dalam bertindak. Kita tenang atau tegang, ketika menghadapi masalah, masalahnya tetap ada. Kita tenang atau tegang, masalah tetap muncul, riil, dan tidak akan hilang berlalu begitu saja. Yang jelas saat kita tegang dan panik, beragam potensi masalah tambahan dapat muncul, menambah pelik situasi kita, namun saat tenang, kita bisa lebih jeli merespon masalah, dan lebih mudah menemukan alternatif-alternatif solusi.

Sang pemenang memiliki ketenangan dalam mengambil keputusan dan tindakan. Dia tidak terburu-buru dan sporadis, karena itu adalah godaan setan, namun juga tidak berlama -lama, karena itu adalah penyakit malas yang harus ditumpas. Dalam kebingungan pilihan, ketenangan menjadi panglima, jangan terlalu banyak pilihan, kerucutkan menjadi 2 yang paling realistis, pertimbangkan dengan seksama, lalu ambil keputusan dan rayakan dengan sukacita.

Salam SurpluS!
———————–

Faizal SurpluS MBA
Motivator
Tinggal di Kota Malang
@FaizalSurpluS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s