Revolusi Potensi Diri : Body Power

Standard

“Tidak semua gerakan membawa kesuksesan, namun setiap kesuksesan pasti merupakan hasil dari gerakan.”

Kita perlu memberikan perhatian pada kalimat bijak, yang menyebutkan bahwa :

“Pemikiran bisa menginspirasi, perkataan bisa memotivasi, namun hanya tindakan yang membawa kita selangkah lebih dekat dalam upaya meraih mimpi.”

Makanya, jika kita mau meraih mimpi, mau mendapat kesuksesan, kemuliaan, ya harus gerak. Dalam religi disebut ikhtiar, karena memang manusia kodratnya begitu. Rekan saya motivator bilang, rumus sukses ya cuma tiga, apa itu :

1. Action

2. Action

3. Action

Cuma itu, tidak ada lain. Berupaya dan melakukan yang terbaik, masalah hasil, serahkan pada Tuhan Yang Maha Esa. Menemui salah itu tidak masalah, mendapatkan kegagalan itu bukan hal yang perlu disesali berkelanjutan. Jurusnya gampang :

“Lebih baik salah karena bertindak, daripada tidak pernah salah karena tidak pernah melakukan apapun.”

Karena adanya kepandaian itu pasti dari kebodohan, adanya kebenaran juga pasti merupakan akumulasi dari berbagai kesalahan. Body Power merupakan potensi yang kita semua memiliki, gerakan, tindakan, action, langkah nyata, merupakan proses yang mampu mengubah dan meningkatkan derajat kita, karena setiap gerakan dalam kebaikan adalah ibadah, dan imbalannya langsung dari Tuhan kepada hamba-Nya.

Tantangan besar dari optimalisasi body power adalah rasa malas. Hal ini lumrah, karena body power bergerak mengacu pada fisik kita yang saling mempengaruhi dengan ruh kita. Fisik kita, jasad kasar yang hakikatnya terbuat dari tanah, tentu selalu menarik kepada sumber dan asalnya, tanah di bawah, dalam arti harfiah, ke bawah yaitu tidur dan bermalasan, sekaligus arti simbolik, ke bawah yang berarti mengajak ke kerusakan. Di sisi lain, ruh kita, selalu berorientasi ke atas, yakni Tuhan sebagai pencipta kita. Siapa pemenangnya? Kita yang menentukan, jadi tantangannya bagaimana kita menjadi tuan atas diri kita sendiri, bukan sebaliknya, jangan sampai kita dijajah oleh hal-hal yang ada di dalam diri kita.

Buang rasa malas sejauh mungkin! Caranya dengan menerapkan disiplin. Jangan biarkan body power menjadi potensi yang terkubur dan tersia-sia karena rasa malas, alasan, dan pemakluman-pemakluman yang menjerumuskan. Terapkan disiplin, lakukan yang harus dilakukan, jangan terkecoh dengan yang ingin dilakukan. Yang harus dilakukan, biasanya berat, penuh perjuangan dan pengorbanan, namun di jangka panjang, hasilnya untuk kebaikan kita (pahala). Berbeda dengan yang ingin kita lakukan, umumnya adalah hal yang menyenangkan, mengajak santai dan bermalas-malasan, mengajak menikmati sesuatu yang indah dan nikmat di jangkat pendek, namun merusak dan menghancurkan di masa depan (dosa).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s