Revolusi Potensi Diri : Kerja Kualitas

Standard

“Kerjakan yang bener!”

Bener menurut siapa?
Bener itu ukurannya apa?
Ini maksudnya bener yang bagaimana?

Itulah pertanyaan yang muncul saat sebuah kualitas dituntut untuk terpenuhi, namun standar kualitas yang dimaksud belum disepakati dengan benar. Masalah ini yang sering terjadi dalam lingkup dunia kerja, kesenjangan persepsi atas kualitas pekerjaan yang ingin dicapai, menimbulkan permasalahan dalam teknis pelaksanaan. Dalam manejemen pekerjaan modern, hal ini dapat diatasi dengan kejelasan panduan yang akrab kita sebut dengan S.O.P, namun meskipun S.O.P ini begitu detail dan komplet, sampai-sampai menurut sahabat saya Doktor Elfahmi menyebut S.O.P sebagai “Panduan Anti Bodoh”, kriteria mengenai kualitas ini perlu dipahami dan disepakati agar tidak terjadi multi-persepsi.

Kerja kualitas adalah sebuah parameter apakah pekerjaan yang kita lakukan sesuai dengan output yang diharapkan. Kualitas sifatnya akumulatif, maka dia harus dibangun dan dijaga ketercapaiannya dari unit yang paling kecil, naik hingga skala yang lebih luas, sehingga menentukan hasil yang diraih perusahaan. Kerja kualitas dikawal sejak input, dijaga dalam proses, dan dikontrol pada hasil.

Menariknya, kualitas ini tidaklah sesuatu yang baku dan mati. Dia disepakati dalam waktu dan kondisi tertentu, karena faktanya kualitas ini tuntutannya meningkat dari waktu ke waktu. Rekor pencapaian hari kemarin, adalah standar pencapaian minimal untuk hari ini.

“If you can get it good, make it better, reach the great result.”

Spirit ini disimbolkan dengan baik oleh slogan dari ajang supremasi tertinggi olahraga sejagat yakni Olimpiade, yakni : “Citius, Altius, Fortius”, dari bahasa Yunani yang terjemahan sederhananya adalah : lebih cepat, lebih tinggi, dan lebih kuat.

Dalam dunia industri, kita juga sudah fasih dan khatam dengaan inspirasi dari negeri matahari terbit yang disebut dengan spirit : kaizen. Semangat perbaikan berkelanjutan yang terbukti menjadi salah satu faktor bangsa Jepang menjadi power player yang penting dalam kancah perekonomian dunia.

Di dalam konteks religi, pangkal dari segala pangkal hubungan manusia sebagai hamba dengan Sang Pencipta, peningkatan kualitas pun mendapat tempat tersendiri dalam rangkaian kalimat bijak :

“Jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka kita termasuk golongan orang yang celaka.
Jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka kita termasuk golongan orang yang merugi.
Jika hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka kita termasuk golongan orang yang beruntung.”

Mari menjadi orang yang beruntung, mari menjadi orang yang SurpluS.

Salam SurpluS!
———————–

Faizal SurpluS MBA
Motivator Berwajah Arab
@FaizalSurpluS
Tinggal di Kota Malang

One thought on “Revolusi Potensi Diri : Kerja Kualitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s