Komunikasi Yang Memotivasi : Hadapi Masalah, Tidak Masalah.

Standard

“Yang punya masalah angkat tangan!”

Satu persatu tangan mulai terjulur ke atas memenuhi ruangan. Pertanyaan tersebut saya sampaikan saat mengisi sebuah even publik yang diikuti oleh rastusan orang. Semua orang di dalam ruangan mengangkat tangan kanan, menantikan statemen saya berikutnya.

“Jadi, semua di ruangan ini punya masalah?” Saya lanjutkan pertanyaan.

“Ya pak.” Audiens menjawab dengan serempak.

Saya pun menyambung dengan usil :
“Pantesan, keliatan dari wajahnya…, wehehe..”

Seisi ruangan pun nyengir kuda. Inilah fakta menariknya, kita semua punya masalah. Saya, Anda, Kita, Mereka, semua punya masalah. Mau masalah kecil, sedang, besar, tidak ada orang yang terbebas dari masalah. Saya saja begitu lahir sudah jadi masalah buat orang lain, saya nangis orang terganggu berisik, Ayah saya harus membelikan susu, ibu saya harus membelikan popok dan baju, that is life, we live the life by solving one problem to meet another problem.

Karena semua orang punya masalah, maka pada hakikatnya masalah itu sebenarnya tidak jadi masalah, setiap orang mengalaminya. Tidak usah lebay alay dan jijay, tidak perlu merasa menjadi orang paling sengsara di seluruh penjuru dan kolong jagat, tidak perlu berurai air mata dan duka merasa menjadi orang yang nestapa. Justru tantangannya adalah, bagaimana mengelola dan menuntaskan masalah tersebut tanpa banyak menimbulkan collateral problem (masalah tambahan). Bagaimana tidak larut tenggelam dalam masalah, namun lincah menari dan mengendarai masalah seperti para peselancar yang menjadi juru kendali papan selancar di atas gulungan ombak. Makin besar ombak makin indah manuvernya, makin tinggi tingkat adrenalinnya, makin tinggi angka skor dari para juri, dan makin riuh tepuk tangan apresiasi dari para penonton.

Ada masalah jangan lari, kabur, berlalu atau sembunyi. Lari juga perlu waktu, pikiran, tenaga, dan biaya loo.., lari memang menunda realita, namun tidak akan pernah menyelesaikan masalahnya. Sama-sama perlu sumberdaya, pilih tindakan untuk menghadapi masalah. Memang sakit, memang penuh ketidakpastian, memang berurusan dengan resiko, namun kenapa risau dan tidak perlu galau. Hadapi masalah, tidak masalah! Kurang yakin bagaimana, Tuhan, pencipta kita dan pemilik alam semesta sudah sampaikan, bahwa Tuhan tidak pernah memberikan beban pada manusia melebihi batas kemampuannya.

Jangan gentar, jangan goyah sejengkalpun, karena dalam menghadapi dan menangani masalah tersebut kita mendapatkan pengalaman, kematangan, dan kedewasaan berpikir. Nikmati, karena sakit, sedih, resah, itu hanya rasa, dan rasa adalah persepsi, bukanlah realita. Objektif sikapi realitanya, bahwa apapun yang terjadi pada kita adalah suatu kondisi yang memuliakan dan baik bagi kita, adaptasi rasa yang muncul, dirasa enak saja, dirasa indah semua, karena Tuhan memang punya beragam cara yang unik untuk menyapa dan bercanda dengan hamba-Nya.

“Suatu kondisi yang tidak sampai membunuh kita, sejatinya hanya membuat kita lebih kuat dari keadaan sebelumnya.”

Salam SurpluS!
———————–

Faizal SurpluS MBA
Motivator Berwajah Arab
@FaizalSurpluS
Tinggal di Kota Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s