Revolusi Potensi Diri : Kerja Ikhlas

Standard

“Saya ikhlas, sudah, ini tanpa pamrih.”
Apa ikhlas itu dicapai jika diucapkan semacam itu? Muncul pertanyaan lebih lanjut, ikhlas itu diucapkan di lisan atau ditanamkan dalam hati? Kata Pak Ustadz, kalau diucapkan, itu malah tidak ikhlas, wehehe, apa benar begitu?

Kerja ikhlas adalah sebuah sikap yang mulia, sebagai representasi ketinggian kualitas akhlaq. Bahwa kerja adalah ibadah, kerja ikhlas adalah prakteknya. Sebuah manifestasi tertinggi bahwa kerja itu bukan sekadar transaksi atara rupiah dengan pikiran, rupiah dengan tenaga, atau rupiah dengan waktu. Begitu banyak kata dan frase yang dapat diasosiasikan dengan kerja ikhlas, mulai dari rela, tanpa pamrih, sepenuh hati, tidak perhitungan, lakukan sebaik mungkin, dan beragam kosakata yang relevan. Ada satu rangkaian kalimat yang secara cantik mengakomodasi mengenai kerja ikhlas, dimana makna ikhlas sendiri kalau menurut pengalaman saya adalah :

“Memberi tanpa merasa kehilangan.”

Sebuah konsep yang sepertinya lebih tepat disebut melangit daripada membumi, namun jangan kecil hati dulu, karena mungkin kita sudah pernah mempraktekkannya.

Saya dari kampung, dengan kehidupan yang dekat dengan alam (istilah lain dari ndeso), dengan segala kultur dan kebiasaannya. Orang tua saya bilang, kalau mau analogi mengenai keikhlasan itu mudah, ada di sekitar kita, salah satunya adalah buang air besar di sungai yang aliran airnya deras, itulah ikhlas, memberi tanpa merasa kehilangan, wehehehe…

Seperti sebuah guyonan jalanan, namun hakikatnya memuat konteks yang tinggi dan makna yang mendalam. Seperti itu harusnya level sebuah keikhlasan. Mau melakukan ya lakukan, mau memberi ya berikan, mau bertindak ya laksanakan, tanpa prasyarat yang rumit dan tendensi yang berbelit.

Bagaimana prakteknya kerja ikhlas di dunia kerja? Petunjuknya sederhana, ketika kita melakukan hal yang baik, bermakna, berdampak, dalam lingkup pekerjaan kita, meskipun kita tidak secara khusus dibayar dan digaji untuk melakukan hal tersebut. Mematikan kran air yang mengucur, mematikan lampu, komputer, AC yang masih menyala meski tidak digunakan, membantu pekerjaan teman yang sedang mengalami kesulitan, mengambilkan dan membantu merapikan berkas rekan kerja yang terjatuh-berhamburan, membukakan pintu rekan yang repot membawa barang.

Siap memberi tanpa merasa kehilangan?

Salam SurpluS!
———————–

Faizal SurpluS MBA
Motivator Berwajah Arab
@FaizalSurpluS
Tinggal di Kota Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s