Revolusi Potensi Diri : Kerja Keras

Standard

“Kerja keras itu hebaaat………”

Masa sih?

Iya dong, kerja keras itu kan hebaaat, kita melakukan upaya dengan gigih dan sekuat tenaga. Namun ternyata dalam prakteknya, kerja keras itu biasa saja looo….., Karena kerja keras itu ternyata adalah standar. Kerja keras adalah upaya minimal dalam proses kita meraih yang kita inginkan. Contoh dalam dunia kerja, ketika kita sudah bekerja keras ternyata bukanlah sesuatu yang istimewa, kerja keras itu adalah konsekuensi dari gaji yang kita terima, maka pada hakikatnya ketika kita bekerja, di sebuah perusahaan, dan belum bekerja keras, maka kita tidak sedang “bekerja” namun sedang “mencuri” di perusahaan itu, betul nggak?

Gaji yang kita peroleh adalah tebusan yang telah ditransaksikan dengan kerja keras kita. Kerja keras harus sudah menjadi spirit yang melekat dalam diri kita, sesuai dengan sebuah kalimat bijak, bahwa kepasrahan bukanlah sebuah kondisi diam tanpa upaya, kepasrahan adalah penyerahan total setelah semua upaya yang mungkin dilakukan telah dijalani dengan sungguh-sungguh, nah, semua upaya yang mungkin dilakukan yang dijalani dengan sungguh-sungguh, itulah kerja keras.

Landasan penting mengenai kerja keras, adalah sebuah kesadaran bahwa kita melakukan kerja keras itu untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Kesadaran ini yang menjadi pembeda. Saat kita melandaskan proses pada motivasi pembuktian pada diri kita sendiri, maka energinya tentu berbeda dengan apabila motivasi pembuktiannya untuk orang lain, untuk bos, untuk manajer, supervisor, atau untuk mandor kita. Saat motivasinya untuk diri kita sendiri, maka energinya akan lebih, besar, bahkan tidak terbatas, nalurinya, jika kita melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri, maka kita akan bergerak untuk melakukan yang terbaik, bagaimana tidak? Lha hasilnya juga untuk diri kita sendiri. Hal ini sebagai bekal penting agar kita tidak terjebak pada mentalitas kelas rendah, kerja saat diawasi, ikut kabur saat pengawasnya pergi.

Kerja keras itu adalah nafas, yang mengalir dalam setiap helaan, jangan dianggap istimewa, namun terapkan dalam upaya yang sungguh-sungguh. Kerja keras adalah pintu pertama kita dalam memperoleh hasil, maka jika belum bekerja keras, jangan pernah bermimpi mendapat hasil. Logikanya begini, kita kerja keras saja belum tentu mendapat hasil, apalagi tidak kerja keras?

Sungguh T E R L A L U

———————–
Salam SurpluS!

Faizal SurpluS MBA
Motivator Berwajah Arab
@FaizalSurpluS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s