Komunikasi Yang Memotivasi : Semua Bisa Jadi Motivator.

Standard

Apa benar? Saat mendengarnya beberapa tahun yang lalu, Saya juga langsung bereaksi dengan memberikan bantahan dan menyusun argumen dalam benak saya. Motivator itu harus hebat, keren, pakai jas, naik mobil mewah, pengalamannya melanglang buana di penjuru nusantara bahkan telah menjelajah ke mancanegara. Saya pikir saat itu pemikiran saya sudah hebat, secara, saya adalah mahasiswa salah satu PTN ternama, namun dunia tak selebar daun kelor, katak semakin kerdil saat betah terkungkung dalam tempurung.

Dengan wawasan yang semakin meluas dan pergaulan yang semakin meningkat, ada satu momen yang memberikan pencerahan pada saya, bahwa ternyata motivator bukanlah sebuah profesi, motivator bukanlah jabatan, motivator bukan sebatas pekerjaan dengan keahlian tertentu. Ternyata motivator adalah sebuah jiwa, semangat, dan energi yang dapat tumbuh, muncul dari benak setiap orang, dan menjadi sebuah inspirasi bagi orang lain.

Proses modelling pun saya jalani, saya menimba ilmu dan berkumpul dengan orang-orang yang disebut, dianggap, dan diakui sebagai motivator, saya ikuti seminar-seminarnya, saya bergabung dalam forum-forum diskusinya, makan bersama, bahkan menjadi bagian dalam tim mereka. Banyak ilmu dan perspektif baru yang saya peroleh, memperkaya landasan pemikiran saya sebelumnya, dan saya memantapkan diri untuk menjalani dan menikmati profesi sebagai motivator.

“Do what you love, love what you do, and you don’t need to work for your whole life, you just need to do your hobby!”

Setelah menjalani profesi ini, pada satu titik saya sadari, bahwa ilmu ini jangan berhenti, energi ini perlu diduplikasi, tangan dan kaki saya cuma sepasang, Faizal SurpluS MBA ya cuma satu, tidak dapat difotokopi, maka saya harus merancang sebuah regenerasi, karena berbagai undangan, permintaan tampil dan mengisi, hobi saya menulis, perlu ruang dan waktu. Tanpa menunggu lama, saya membuka kursus motivator, saya berpikir tentukan syarat khusus yang spesifik, namun saya kemudian sadar, lha saya dulu juga pengin jadi motivator ya berangkat saja, tanpa kebanyakan mikir dan syarat, maka kursus ini terbuka bagi mereka yang mau jadi motivator, karena saya yakin, setiap orang memiliki kemampuan.

“If you want to, go for it, don’t just sit and wait someone get it before you.”

Persepsi itu terbukti, ternyata peminatnya melimpah, dengan beragam latar belakang, berbagai rentang usia, beraneka jenjang pendidikan, karena saya yakin bahwa setiap orang bisa menjadi motivator. Saya yakinkan sekali lagi, motivator bukan sekedar profesi, jangan berpikir menjadi motivator, dalam semalam anda menjadi Mario Teguh atau Tung Desem Waringin, mengingat Andri Wongso saja perlu lebih dari 25 tahun proses berkelanjutan untuk mencapai levelnya saat ini. Motivator pun ada levelnya, mulai dari motivator untuk diri sendiri, motivator untuk keluarga dan rekan-rekan sekitarnya, motivator dalam forum-forum kecil, hingga motivator handal yang memberi inspirasi bagi jutaan orang.

Mimpinya boleh mengembara kemana-mana, batasi dengan sebuah langkah sederhana, mau mulai dari mana?

———————–
Salam SurpluS!

Faizal SurpluS MBA
Motivator Berwajah Arab
@FaizalSurpluS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s