Sukses Ala SurpluS

Standard

Pembicaraan mengenai sukses adalah topik yang tidak ada habisnya. Sukses menjadi sebuah tujuan yang ingin dicapai oleh setiap orang, sukses seperti sebuah kata yang menjadi magnet bagi pemikiran, perkataan, dan tindakan-tindakan yang kita lakukan. Dalam dinamika yang seru ini, ada hal yang menarik, ketika kita membicarakan sukses, ternyata definisi yang muncul dapat sangat beragam, setiap orang dapat memiliki standar mengenai sukses yang diyakininya, namun yang tidak kalah menarik, ternyata banyak yang masih belum benar-benar memahami, apa yang dimaksud kesuksesan itu sendiri.

Sukses
Sebenarnya sukses dapat dipahami dalam sebuah ukuran yang lebih sederhana. Ketimbang memperdebatkan sukses secara definisi dan pengertian, inti dari sukses adalah ketika TARGET dan REALISASI sesuai, mudah bukan? Sehingga ketika ada target, yang dikorelasikan dengan realisasi hasil yang dicapai, maka sukses tidaknya sesuatu dapat disimpulkan dengan mudah. Syaratnya adalah adanya sebuah target. Tanpa ada target, mustahil sebuah kesuksesan dapat diukur, betul?
Contohnya, dari hal yang sederhana, saat kita berencana (TARGET), bangun pada pukul 2 dini hari untuk menunaikan shalat malam, dan kita benar-benar bangun (REALISASI) pada pukul 2, maka kesesuaian ini menjadi indikator kesuksesan kita, berbeda apabila kita bangun pada pukul 4, atau bahkan pukul 6 pagi, maka kita gagal mencapai target, dan perlu melakukan evaluasi. Apakah kita sudah sukses? Mari membandingkan antara target yang kita tentukan dengan realisasi yang kita capai.

Akumulatif
Pemahaman sederhana mengenai sukses, memandu kita untuk memperdalam pembahasan, bahwa kemudian sukses bukanlah raihan besar yang diperoleh dalam sekali langkah, namun merupakan akumulatif dari kesuksesan-kesuksesan kecil yang secara konsisten dan kontinyu kita lakukan. Ketika dalam satu jam ini kita sukses dalam kesesuaian target dan realisasi, menjaganya untuk 1 hari, meneruskannya dalam 1 pekan, melanjutkannya dalam 1 bulan, membangun polanya dalam 1 tahun, maka disitulah akumulasi kesuksesan muncul sebagai hal yang luar biasa. Hal ini bukan berarti kita pantang untuk menemui kegagalan, namun justru terus melakukan, mencari dan menggunakan cara yang lebih baik, serta kokoh bertahan untuk mencapai hasil yang optimal dalam tindakan berikutnya. Kuncinya : KONSISTENSI dan KONTINYUITAS.

Pribadi
Menariknya, ukuran sukses ala SurpluS ini sifatnya pribadi, sangat personal, setiap orang boleh memiliki standar suksesnya sendiri, karena prinsipnya setiap orang dipersilakan menentukan targetnya sendiri. Kesuksesan saya tentu berbeda dengan kesuksesan anda, karena target saya pasti berbeda dengan target anda. Pemahaman atas hal ini dapat menghindarkan kita dari sifat membandingkan rumput tetangga yang lebih hijau dari rumput kita. Membandingkan kesuksesan kita dengan kesuksesan orang lain bukanlah membandingkan apel dengan apel, hal tersebut seperti sebuah gaun yang indah, dipakai oleh wanita cantik dengan tubuh semampai, yang dipaksakan dikenakan oleh pria kekar berotot dengan kumis yang tebal, dapat anda bayangkan? Tentu sebuah hal yang tidak indah untuk dilihat.

Mari menerapkan Sukses ala SurpluS :

“Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.”

(HR. Bukhari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s